8 Persiapan Menyambut Lebaran

Setelah 1 bulan lamanya kita melalui bulan ramadhan, melaksanakan ibadah puasa, menahan hawa nafsu dengan curahan pahala yang dilipatgandakan, tiba saatnya kita akan menyambut datangnya hari raya Idul Fitri, 1 Syawal dengan penuh rasa syukur. Insyaallah.1 Syawal dimulai dari sejak tanggal 30 ramadhan maghrib (malam lebaran). Sejak itu kita sudah memasuki tanggal 1 Syawal 1440H.Apa yang perlu dipersiapkan untuk menyambut lebaran?

  1. Memastikan telah menyelesaikan kewajiban zakat. Sebelum memasuki bulan Syawal, jangan lupa cek zakat kita, zakat fitrah, zakat maal, agar pahala yang kita dapat masuk dalam pahala ramadhan yang dilipatgandakan, dan kita memasuki bulan Syawal dengan hati yang tenang dan gembira 🙂
  2. Bersih-bersih + beberes rumah. Bersih-bersih dan beberes rumah tidak hanya pas mau lebaran aja, setiap saat seharusnya rumah selalu dalam kondisi bersih dan rapi yaaa. Yang nyaman dan marem yang punya rumah juga kan? 🙂
    Namun maksudnya ini setidaknya khusus untuk momen istimewa lebaran ini kerapihan dan kebersihan rumah lebih diperhatikan karena biasanya banyak tamu yang akan bersilaturahim. Kalau rumah dalam kondisi bersih, rapi, membuat tamu jadi nyaman, insyaallah berpahala. Memuliakan tamu salah satu sunnah Rasulullah kan?
  3. Kudapan/camilan/suguhan. Suguhan untuk tamu ini tidak wajib, hanya kalau kita mampu saja, untuk tujuan memuliakan tamu. Biasanya kami mempersiapkan camilan yang kami sendiri memang suka memakannya. Kalau kami tidak suka, kami insyaallah berusaha tidak menyuguhkannya kepada tamu.
    Oh iya, ada satu lagi.. menurut saya perlu dicari suguhan yang menarik. Mengapa menarik? Karena suguhan tamu lebaran biasanya isinya kebanyakan sama semua. Kue kering, rengginang, dll. Kalau kita mempersiapkan suguhan yang berbeda, tentu menarik dan membuat tamu senang menikmatinya. Bukankah tamu yang bersilaturahim biasanya mampir-mampir ke beberapa tempat dulu sebelum ke rumah kita? Coba bayangkan kalau semua rumah yang disinggahinya menyuguhkan kue kering semua (misalnya), bosen juga ya, itu lagi itu lagi.Tapi tetap harus diingat, apapun suguhannya, itu semampunya kita sebenarnya, jangan terlalu memaksakan. Memaksakan? Maksudnya kalau kita sebenarnya tidak mampu membeli suatu suguhan, hanya karena gengsi sama tamu, itu tidak boleh. Yang jelas kalau bisa membuat tamu senang, kita senang, tetap sesuai syariah, insyaallah dunia dapat, pahala akhirat dapat. Alhamdulillah banget kan? 🙂
  4. Persiapkan baju terbaik. Yang disunnahkan dipakai saat sholat ied adalah baju yang terbaik. Baju terbaik tidak harus baru, tidak harus mahal, namun harus bersih, rapi, suci. Dan tentu saja, harus sesuai dengan syariat islam, menutup aurat. Untuk yang laki-laki disarankan berwana putih.
  5. Kecukupan ketersediaan makanan di rumah. Karena momen lebaran ini bisa dibilang momen liburan panjang semua level masyarakat. Ada potensi kesulitan belanja makanan dan minuman untuk kebutuhan sehari-hari. Terutama untuk yang tinggal dikota besar, karena banyak penjual yang mudik. Untuk itu, sebelum lebaran, perlu disiapkan kecukupan ketersediaan makanan dan minuman di rumah. Terutama yang mengkonsumsi air minum galon 😀
  6. Akses ke tempat sholat ied. Perlu dipersiapkan akses apa yang akan digunakan untuk pergi ke masjid/lapangan/tempat sholat ied. Apakah cukup dengan hanya berjalan kaki? Siapkan sandal, tempat menyimpannya juga agar ibadah kita nyaman nantinya, gak perlu sibuk nitipin sandal/sepatu, atau juga sibuk nyari-nyari sandal/sepatu saat keluar dari tempat sholat ied. Bila sholat ied-nya di lapangan, jangan lupa membawa tikar. Sebaiknya jangan membawa koran bekas, kecuali kita mau membereskannya dan membuangnya di tempat yang semestinya. Namun akan lebih baik bawa tikar saja, sehingga tidak banyak sampah yang kita hasilkan 😐
    Kalau ternyata lokasi sholat iednya cukup jauh, perlu dipersiapkan kendaraan apa yang akan kita pakai untuk ke sana. Agar ibadah kita lancar, siapkan alternatifnya.
  7. Mudik. Tidak semua yang merayakan lebaran akan mudik. Tapi sebagian besar sepertinya memang mudik karena bekerja/tinggal di kota lain, terpisah dari kampung halaman dan orangtua/keluarga tercinta. Untuk hal ini selain mempersiapkan mental melakukan perjalanan, juga perlu persiapan dana yang lumayan terkait akomodasi baik kendaraan juga logistik selama perjalanan dilakukan.
  8. Uang kecil. Hal ini juga tidak wajib, namun sebagai kebiasaan di keluarga besar kami, setiap lebaran anak-anak kecilnya diberikan sedikit rezeki untuk berbagi kebahagiaan. Tak hanya untuk anak-anak sebenarnya, juga bagi yang sudah sepuh, atau pun keluarga besar lain yang membutuhkan.

Kira-kira 8 poin di atas yang biasanya kami persiapkan untuk menyambut lebaran di rumah kami bersama keluarga :)Untuk pelaksanaan sholat idul fitri, jangan lupa beberapa poin berikut, semoga dengan tergenapinya amalan-amalan yang sunnahkan Rasulullah, menambah amal ibadah kita dan curahan kasih sayang Allah SWT pada kita semua.Taqobbalallahu minna waminkum, siyamana wasiyamakum.
Aamiin yaa robbal alamiin 🙂

Satu respons untuk “8 Persiapan Menyambut Lebaran

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: