Sedikit sharing kegiatan saya setelah menjadi FTM (Full Time Mother) :)

Dah lama juga gak update blog, bukannya gak pingin update, tapi blom sempet-sempet, apalagi sejak lahirnya si kecil 3 bulan yang lalu, alhamdulillah makin sibuk.

Yang paling lucu dan bikin ketawa-ketiwi sendiri kalo pas lagi direbutin sama anak-anak. Si bunda jadi manusia paling sibuk deh, si dedek nangis minta nenen, eh si kakak nangis juga minta dikelonin… tuh sibukkan? Jadilah bundanya di tengah-tengah dedek dan kakak. Salah satu yang ngangenin ya suasana kayak gitu.. lucu :)

Jadi inget dulu, anak baru 1 sudah bingung soal yang bantuin ngasuh anak, alhamdulillah sekarang masalah itu sudah bisa dihandle, karena sejak berhenti bekerja kantoran berangkat pagi pulang malam (baca New life, feels like chocolate!, meskipun sekarang anak sudah 2 alhamdulillah masih bisa dihandle oleh bundanya sendiri, meskipun tetap dibantu sama ibu dan khadimat untuk menangani beberapa hal.

Jadi ibu rumah tangga full time ternyata lebih sulit lho dibandingin jadi wanita kantoran! Lanjut membaca

Udang Kuluyuk

Malam itu pasangan suami istri itu sedang asyik menonton tv di rumah, mereka Sukro dan Surti. Ditengah keasyikan tersebut mereka selingi dengan beberapa obrolan ringan.

Sambil menyelonjorkan kakinya, Sukro bertanya “Mau makan malam apa Ma?”.
“Perutku lagi enek Pa, sepertinya makan bihun goreng enak nih”, jawab Surti yang memang sedang mengandung, dan lagi mual-mualnya.

“Selain bihun goreng, makanan lain apa lagi yang mau?”, tanya Sukro sekali lagi. “Udang kuluyuk kayaknya enak juga Pa, tapi nanti makannya pas panas-panas gitu, kalau sudah dingin suka eneg juga apalagi sausnya memang rada kental”, Surti menyahut sambil membayangkan nikmatnya makan nasi hangat plus udang kuluyuk ngebul.

“Ya sudah, kalau gitu si Tirno aku minta beli udang kuluyuk dan martabak aja ya buat lauk malam ini”.
“Ya”, jawab Surti.

Waktu terus berlalu, tak terasa sudah 1 jam lebih. Lanjut membaca

Selesai juga baca kumpulan cerpen “Sakinah Bersamamu”

Jujurly, saya bukan termasuk pembaca fanatik dari buku-buku Mbak Asma Nadia. Namun jika memang buku itu menurut saya bermanfaat minimal bagi saya pribadi, tentunya juga menarik perhatian saya, maka saya akan baca buku itu.

Berawal dari beberapa postingan twitter dan facebook orang-orang yang mencuplik beberapa kalimat dari novel tsb, lebih tepatnya kumpulan cerpen sih hehehe. Selain itu saya juga terhubung dengan account Mbak Asma Nadia, beberapa cuplikan yang diposting menarik perhatian saya.

Komentar-komentar pembaca, tidak berpengaruh banyak bagi saya, namun justru cuplikan-cuplikan itu yang membuat saya penasaran tentang isinya. Lanjut membaca

Berapa rupiah yang ‘sebenarnya’ kita dapat dari bekerja?

baby vs working?

baby vs working?

Dalam bekerja, tidak dapat dipungkiri, kita ‘perlu’ melihat berapa jumlah rupiah, yang bersih (nett) yang bisa kita bawa pulang. Terlepas dari adanya orang-orang yang bekerja yang lebih condong untuk memenuhi tuntutan diri agar dapat lebih mengeksplorasi diri, untuk kepuasan diri, aktualisasi diri, dsb, yang mana bisa jadi rupiah yang didapat sedikit turun prioritasnya.

Orang-orang ini biasanya kebutuhannya terhadap pengakuan lingkungan dan eksistensi diri lebih tinggi dibandingkan gaji yang diterimanya.

Memang, dalam bekerja tidak melulu rupiah yang kita lihat. Ada faktor kenyamanan bekerja, kondisi lingkungan, jalur karir yang jelas, pertemanan, dan fasilitas ataupun benefit lain yang mungkin bersifat immateri.

Namun yang akan kita bahas kali ini, kita kerucutkan hanya dalam pokok bahasan rupiah yang kita dapat dari bekerja, atau yang biasa disebut THP (Take Home Pay). Lanjut membaca

Rahasia Ibu

Menjadi Ibu memang sesuatu yang sangat membahagiakan. Betapa tidak, rasa kasih sayang didalam dada begitu membuncah dan seumpama bendungan, aliran air yang menerjangnya seolah-olah hendak menghancurkan tembok bendungan itu dan menyeruak mengalir keluar dengan sangat derasnya.

Kasih sayang terhadap anak. Anak yang sangat suci, tulus, tak berdosa. Melihat wajahnya dan tatapan matanya saja, tak perlu disebutkan kau kan pasti tahu bagaimana rasanya menatap tatapan mata yang sangat sejuk itu. Subhanallah…

Dengan bertambah besarnya usia anak, mulai belajar terngkurap, merangkak, berdiri, berjalan, berlari, bicara, bercanda….
Sungguh suatu kebahagiaan yang sangat indah dan sulit untuk disampaikan dengan kata-kata. Hanya para Ibu yang mungkin dapat merasakannya, bahkan para Bapak pun mungkin tidak akan memahami ini. Mungkin terkesan terlalu melankolis? melow? yah, mungkin itulah pendapat dari orang yang tidak memahami bagaimana perasaan para Ibu seperti kami.

Hanya dengan menjadi Ibu insyaAllah perasaan itu akan dapat dimengerti. Lanjut membaca

[Kompas.com] Wirausaha Tak Kenal Kata “Pensiun”

Artikel ini saya copas dari koran kompas online, sebagai pembelajaran dan pengingat saya dan keluarga dalam menjalankan usaha bersama. Semoga artikel ini dapat menginspirasi kami untuk terus berkarya. Amiin :)
Sukses untuk wirausaha muda Indonesia.

Selasa, 31/8/2010 | 16:40 WIB

KOMPAS.com – Kunci keberhasilan bisnis berpasangan adalah kepercayaan. Inilah yang telah dialami dan teruji pada pasangan Yenny Widjaja (58) bersama almarhum Sukyatno Nugroho, pendiri restoran Es Teler 77.

Yenny berkisah, suaminya tak hanya mewariskan restoran yang kini semakin berkembang di beberapa negara di Asia itu. Baginya, membangun bisnis bersama pasangan juga perlu menumbuhkan kepercayaan.

“Suami mewariskan contoh yang tidak pernah bisa dilupakan. Beliau sebagai suami tidak pernah mau menekan istri. Selalu memotivasi dengan memberikan kebebasan. Tidak pernah melarang,” katanya penuh haru, saat dijumpai Kompas Female dalam peluncuran buku tentang perjalanan bisnis Es Teler 77 sekaligus peringatan ulangtahun Sukyatno Nugroho beberapa waktu lalu. Lanjut membaca

new category : pernikahan (family)

written by : wishbeukhti

berdasarkan pengalaman saya yang bisa dibilang masih sangat-sangat muda untuk suatu pernikahan, yaitu baru 5 bulan (saya menikah bulan juli 2007), saya merasa bahwa saya butuh banyak belajar.

dan sudah jadi kewajiban saya sebagai seorang muslim untuk selalu belajar.

semoga Alloh SWT senantiasa memberikan kekuatan iman, ketabahan, kesabaran, kebarokahan, dan kesakinahan keluarga, pengampunan, dan mewafatkan kami semua dalam khusnul khotimah, dan menyatukan kami (kita) semua dalam ridhoNya.amin-amin ya robbal alamin.