Blackberry Unlimited Telkomsel, capek hati, capek pikiran, capek tenaga, capek kantong…

Malas juga sebenarnya ngetik panjang soal ini, tapi kalau tidak saya tulis disini, saya khawatir lupa kronologisnya akibat waktu yg berlalu, apabila saya tetap dikejar oleh Telkomsel terkait ini.

Sebagai awalan informasi, bahwa saya :

  1. Saya sebelumnya sudah menggunakan blackberry dengan operator lain (sebut saja A)
  2. Paket blackberry yang pernah saya ikuti adalah yang all in / unlimited
  3. Saya adalah pengguna paska bayar
  4. Saya merupakan pengguna lebih dari 1 blackberry
  5. Selama saya berlangganan paket blackberry dengan operator A, alhamdulillah tidak pernah ada masalah
  6. Segala macam penyetingan terkait aktivasi blackberry, tidak pernah saya lakukan sendiri, namun dibantu oleh pihak customer service dimana saya berlangganan (ketika saya mulai mengaktifkan paket blackberry saya menggunakan operator A, penyetingan dibantu dilakukan oleh customer service operator A).

Bermula pada kepindahan saya dari Jakarta ke daerah di kota kecil di Jawa Tengah.

Dari informasi yang saya dapatkan, untuk coverage sinyal di tempat tinggal saya yang baru, sinyal yang direkomendasikan adalah Telkomsel, meskipun sinyal operator A juga mengcover tempat tinggal saya tersebut, dan selama ini tdk ada masalah, namun “kabarnya” lebih kuat sinyal Telkomsel.
Untuk itulah saya bermaksud mencoba menggunakan 1 nomor baru Telkomsel paska bayar dan menggunakan paket blackberry unlimitednya juga, agar komunikasi data saya lebih cepat (pinginnya).

Bulan Juni (saya lupa tanggal berapa tepatnya), bersama suami, datanglah saya ke grapari Telkomsel di sana.
Saya lupa nama mbak customer servicenya, namun saya ingat sekali wajahnya, dan kalau memang mau ditelusuri, mudah saja, cek saja data pendaftaran saya disana, pasti form pendaftarannya ada nama petugas customer service yang membantu saya bukan? (Kalau saya tidak salah ingat, namanya Kristin).

Setelah memilih nomor paska bayar yang ada di list available number yang disodorkan ke saya, dan mengisi form pendaftaran paska bayar, saya diminta menunggu informasi terkait approval pengajuan saya sebagai pelanggan paska bayar (akan ada survei dari Telkomsel ke rumah).

Beberapa hari kemudian, datanglah petugas survei tersebut ke rumah, dan langsung bertemu dengan saya.
Singkat cerita, pengajuan pelanggan paska bayar saya disetujui, dan saya diberikan sim card nomor yang sudah saya pilih sebelumnya tadi.

Keesokan harinya, saya dan suami kembali ke grapari Telkomsel, dan meminta bantuan untuk pengaktifan paket blackberrynya. Untuk penyetingannya dibantu oleh customer service Telkomsel, kebetulan petugas yang sama dengan yang menerima pendaftaran kami.

Paket langganan blackberry yang saya pilih adalah paket blackberry unlimited.

Setelah paket blackberry sudah diaktifkan, blackberry kami pergunakan seperti biasanya, untuk browsing, twitter, facebook, email, bbm, operasi standar blackberry.
Hal yang sama dengan yang kami pergunakan pada blackberry 1 nya yang masih menggunakan operator A.

Masalah mulai muncul ketika saya menerima tagihan Telkomsel.
Tagihan bulan Juni, seingat saya sebesar 230rb-an, cukup kaget juga mengingat kami jarang pakai telpon atau pun sms, seringnya ya pakai paketan blackberry, harusnya sudah dicharge sepaket kan?
Okelah, kami tetap bayar tagihan tersebut.

Tagihan bulan Juli, kami terima dengan nominal tagihan yang tambah bikin kaget, yaitu sejumlah 450rb-an, padahal dengan adanya jumlah tagihan Juni tsb membuat kami jadi mengurangi melakukan panggilan telpon maupun sms, namun kok jumlah tagihannta malah 2 kali lipat tagihan Juni.
Okelah, kami tetap bayar tagihan tersebut, namun sudah mulaiu curiga ada ketidakberesan.

Tagihan bulan Agustus, kami terima dengan nominal tagihan 200rb-an lagi, padahal seluruh panggilan telepon, sms dan blackberryan sudah kami alihkan ke hp blackberry satunya yg menggunakan operatorA.
Kalau pun masih menggunakan hp blackberry dengan operator Telkomsel, itu hanya kondisi darurat saja atau benar-benar diperlukan. Namun tagihan kok tetap segitu.

Akhirnya keesokan harinya, datanglah kami (saya dan suami) ke grapari Telkomsel.
Disana kami diterima oleh mbak customer service yang sama (yah.. dikota kecil gitu loh, mbak customer servicenya ya itu-itu juga, beda sama di Jakarta yang bisa-bisa saban hari berubah2 mbak customer service yang bertugas).

Ketika kami sampaikan perihal tersebut diatas, dan kami sodorkan kertas tagihannya, serempak 2 mbak customer servicenya bergumam “volume bearer”.
Dan mereka menerima komplain kami, dan menjanjikan akan difollow up segera.
Agar blackberry saya tidak di block, akhirnya sambil menunggu follow up dari Telkomsel, akhirnya saya bayar juga tagihan bulan Agustus yg sejumlah 200rb-an tsb, meskipun masalah belum di clear kan.

Beberapa hari setelahnya, saya di telepon oleh mbak customer service tersebut, dan diminta datang ke grapari untuk diberikan penjelasan terkait komplain tadi.
Saya dan suami segera datang kesana, disana kami dijelaskan bahwa munculnya volume bearer tersebut karena “kami menyeting APN di blackberry tadi dengan APN operator A”.

Lho? kami tidak melakukan penyetingan di blackberry, dari sejak awal menggunakan blackberry, kami selalu dibantu pihak customer service operatornya dalam mengaktifkannya.
Termasuk juga dengan pengaktifkan paket blackberry unlimited Telkomsel.

Memang sebelumnya hp blackberry tsb sebelum menggunakan nomor Telkomsel, menggunakan nomor operator A. Namun kalau memang ada kesalahan penyetingan di hp tsb, yang seharusnya penyetingan APNnya sesuai telkomsel, namun disana terseting APN pihak operator A, kenapa salah setting tersebut blackberrynya tetap berjalan normal seperti biasa?

Dalam asumsi saya, kalau terjadi salah setting, seharusnya layanan blackberrynya tidak bisa dijalankan.
Seumpama saya langganan paket speedy, kalau settingan username & passwordnya salah, saya pasti tidak bisa pake internetan tho? lha kok ini settingannya salah, layanan blackberrynya tetap bisa dipakai?
“iya mbak, Telkomsel otomatis mengalihkan settingan yang salah ke settingan Telkomsel” begitu kata mbak cs nya.

Lho? karena adanya otomatisasi pengalihan settingan telkomsel itulah seolah saya kena double charge.
Yang harusnya saya dikenakan charge blackberry unlimited saja, namun gara2 itu saya jadi kena charge blackberry unlimited DAN PAKET TIDAK BERLANGGANAN, seolah saya pakai Gprs biasa…
Lha? rugi saya.

Berarti dari seluruh pembayaran saya ke Telkomsel, saya membayar melebihi dari yang seharusnya saya bayar, karena adanya tagihan ganda gara-gara volume bearer tadi. Dan kejadian ini bermula dari sejak awal saya langganan blackberry Telkomsel!

Pihak cs nya berjanji akan eskalasi ke Semarang. Dan akan dikabari ke saya kalau ada titik terang hasil follow up tsb.

Sekitar semingguan kemudian, saya ditelpon mbak cs Telkomsel, diminta datang ke grapari, katanya ada penjelasan dari pihak teknis Telkomsel langsung dari Semarang, melalui telepon dengan Pak Daniel.

Dari penjelasan pak Daniel, intinya kesalahan settingan tersebut karena kesalahan pelanggan, telkomsel tidak bersalah.
Lho? kami sama sekali tidak melakukan penyetingannya lho… ingat!
Trus katanya kalaupun sama mbak cs nya dulu itu sudah disetinging APNnya Telkomsel dengan benar, karena hp blackberrynya dimatiin, kalau kemudian dinyalain lagi, settingannya akan berubah lagi, dan harus diset manual ke settingan yang benar (hal ini perlu dilakukan setiap kali hp mati, katanya).

Aneh, selama saya pakai blackberry dari operator A, mau hp mati trus dinyalain lagi, gak ada tuh harus setting2 ulang manual begitu. Ribet bener.
AKhirnya sempat debat dengan Pak Danielnya, karena sepertinya pihak Telkomsel mengada-ada alasan, dan tidak mengakui bahwa kesalahan tersebut adalah dari mereka, kami capek bolak-balik ke grapari hanya untuk mendengar penjelasan yang sebenarnya sama dari awal kami komplain yang intinya sama.
Pak Danielnya tanya, “sebenernya keinginan Anda apa?”
Lho? saya keinginannya sederhana saja, kembalikan kelebihan bayar yang sudah saya lakukan.
Saya sudah membayar seluruh tagihan, kewajiban saya sebagai pelanggan sudah diselesaikan, sekarang saya meminta hak saya sebagai pelanggan untuk mendapatkan pelayanan sesuai layanan yang saya bayar.
Kok hasilnya muter2 gak karuan sampai debat teknologi juga.

Akhirnya, sudah deh, capek saya.
sim cardnya saya serahkan ke pihak csnya, saya tidak mau pakai sim card itu lagi, sebelum persoalan ini diselesaikan dengan jelas.
Jika ada tagihan lagi yang saya terima, saya tidak akan bayar, karena saya sudah tidak memegang sim card itu, berarti saya tidak memakai sim card itu, jadi tidak ada yang saya nikmati kan? tidak ada yang harus saya bayar.

Namun ternyata sebulan berikutnya, tagihan tetap datang ke rumah, dan saya tidak mau menerima surat tagihan itu.
Juga saya menerima telepon dari pihak Collection dari Telkomsel Semarang, katanya saya belum membayar tagihan, saya jelaskan sekalian kronologinya seperti diatas.

Dan sampai saat ini, saya tidak menerima penjelasan apapun lagi….
Capekkk…

Capek hati, capek pikiran, capek tenaga, capek kantong…
sekarang capek jari juga buat ngetik ini…

beberapa kali saya googling terkait permasalahan volume bearer, ternyata masalah volume bearer hanya terjadi di paket layanan blackberry unlimited Telkomsel.

Berikut screen shotnya, silakan dicoba sendiri di pc Anda.

Mohon maaf, saya tidak bermaksud menjelek-jelekkan Telkomsel disini, karena banyak teman saya yang juga cari nafkah di telkomsel.
Saya hanya menyampaikan fakta dan hak saya sebagai pelanggan.
Saya menulis ini sebagaimana saya sampaikan di paragraf awal tulisan ini agar saya tetap ingat kronologis kejadiannya. Mumpung belum lupa, jika sewaktu2 Telkomsel menagih saya kembali terkait masalah ini.

6 comments on “Blackberry Unlimited Telkomsel, capek hati, capek pikiran, capek tenaga, capek kantong…

  1. ehehehe…
    oiya, mbaknya yg jadi cs di grapari yg nangani pendaftaran & komplainku dari awal daftar tsel sampe komplain terakhir, ternyata dah pindah ke bni :D

  2. aduhhh Mbak..aq kena juga … tagihan Gprs ku mendekati `1jeti… padahal aq pakai paket unlimited blackberry …

  3. karena teknologi persh operator di Indonesia mungkin sdh ketinggalan jaman plus mesin billing nya juga jadul, lebih aman pakai yg Pra Bayar aja :)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s