Selesai juga baca kumpulan cerpen “Sakinah Bersamamu”

Jujurly, saya bukan termasuk pembaca fanatik dari buku-buku Mbak Asma Nadia. Namun jika memang buku itu menurut saya bermanfaat minimal bagi saya pribadi, tentunya juga menarik perhatian saya, maka saya akan baca buku itu.

Berawal dari beberapa postingan twitter dan facebook orang-orang yang mencuplik beberapa kalimat dari novel tsb, lebih tepatnya kumpulan cerpen sih hehehe. Selain itu saya juga terhubung dengan account Mbak Asma Nadia, beberapa cuplikan yang diposting menarik perhatian saya.

Komentar-komentar pembaca, tidak berpengaruh banyak bagi saya, namun justru cuplikan-cuplikan itu yang membuat saya penasaran tentang isinya.

Sekitar 2 minggu yang lalu saya dan suami menyempatkan diri jalan-jalan ke Gramedia di Bintaro Plaza, waktu itu memang ada buku yang sedang dicari oleh suami. Iseng saya jalan-jalan ke blok buku-buku muslim, tak jauh dari situ ada rak buku yang memajang buku Mbak Asma Nadia tadi.

Novel-novel yang lain beberapa ada yang dibuka untuk sample. Saya cari-cari sample buku Sakinah Bersamamu kok tidak ada yang dibuka. Weleh, jadi gak tahu dalemnya nih.

Saya baca-baca dibagian belakang bukunya, hmmm….. awalnya sempet ragu-ragu mau beli apa tidak. Tapi…, akhirnya jadi beli juga, meskipun dirumah masih ada beberapa buku yang belum sempet dibaca. Sedangkan suami membeli buku karya Pak Renald Kasali yang baru “Cracking Zone”.

Ok, kembali ke buku Sakinah Bersamamu tadi, buku ini pun memakan waktu 2 minggu untuk menyelesaikannya. Ketika mau tidur, baru saya baca beberapa lembar, kemudian dilanjutkan keesokan harinya, dst.

Kesan saya dari membaca buku tsb, sebenarnya kisah-kisah yang diangkat disana menurut saya adalah hal-hal yang biasa kita jumpai, maupun kita dengar. Namun pendekatan penulisannya yang lebih cenderung seperti “Buku catatan curhat/diary” membuat membacanya menjadi agak berbeda dan membacanya pun mengalir lancar karena pilihan kata-kata dari bahasa yang sederhana.

Banyak hal yang bermanfaat dari buku tersebut dalam pernikahan. Bagi yang ingin atau mau menikah, bisa membaca buku ini sebagai pandangan/referensi tentang aneka rupa masalah rumah tangga, sehingga semoga bisa lebih siap dalam menjemput pernikahannya kelak.

Bagi yang sudah  menikah, bisa menjadi pengingat, agar tidak mengalami hal-hal yang negatif seperti di dalam cerita. Bagi yang sedang mengalami masalah seperti di cerita tersebut, buku itu bisa sebagai nasihat untuk menjernihkan masalah.

Dibagian akhir setiap cerpen, Mbak Asma Nadia selalu membuat catatan dan penjelasan tentang hikmah cerita yang diangkat.

Terakhir, secara overall, buku ini bagus. Dari semua cerita yang ada disana, yang paling saya suka adalah yang berjudul “Kalung” :)

Oiya, biar nambah penasarannya, berikut daftar isi cerpennya :
1. Rahasia Mas Danu
2. Mata yang Sederhana
3. Ngambek!
4. Dia dalam Mimpi-mimpi Rani
5. Bahagia Mutiara
6. Sejuta Kasih
7. Ibu Pergi Sebulan
8. Satu Kecupan
9. Nyonya Kokom dan Para Suami
10. Arti Bunda
11. Gaya-gaya Tante Erna
12. Cerita Tiga Hari
13. Lelaki yang Selalu Sendiri
14. Saat Memaknai Cinta
15. Dua Puluh Tahun Cinta
16. Kalung
17. Sakinah Bersamamu

Posting related : 4 syarat sakinah mawaddah warohmah.

6 comments on “Selesai juga baca kumpulan cerpen “Sakinah Bersamamu”

  1. @agustri dan mbah jiwo :
    kalau memang suka membaca2 lagi buku yang sudah pernah dibaca, atau suka koleksi buku lebih baik beli.
    tapi kalau termasuk yg setelah dibaca jarang dibaca lagi, mending pinjam atau sewa saja hehehehe.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s