Mengelola Usaha

Mengelola Usaha

Mengelola usaha bisa dibilang gampang-gampang susah. Gampangnya ada 2 kata, susahnya ada 1 kata. Berarti lebih cenderung gampang dibanding susahnya ya? Hehehe

Ya, jika ditelisik lebih jauh, sebenarnya tidak hanya untuk mengelola usaha, apapun itu, perlu dilihat dari tujuannya yg ingin dicapai. Jika tujuannya hanya sekedar, atau main-main, ya jadi gampang. Kalau serius, ya jadi gampang sedikit susah. Nah lho? Hahaha

Gampang atau susahnya dalam mengelola usaha ini maksudnya dalam arti kedisiplinan kita sebagai owner dalam menjalankannya. Kalau mau berhasil dan bertahan, harus serius, dan jangan mood-moodan. Apapun mood-nya, jika memang sudah kita putuskan untuk membuka usaha, ya harus bertanggung jawab atas resikonya. Profesional aja.

InsyaAllah apa-apa yang dilakukan bisa menjadi investasi pembelajaran diri yang bermanfaat. Amin.

Kita fokuskan dalam pengelolaan usaha dari sisi cash ya.

Dalam mengelola usaha, perlu kita pisahkan antara dana untuk usaha dengan dana untuk kita.
Misalnya saja kita alokasikan dana untuk usaha adalah 1 juta.
Maka 1 juta tsb hanya dipakai untuk usaha saja, jangan dipakai untuk yang lain-lain.

Kita breakdown penggunaan 1 juta tsb, misalnya sbb :

Modal : 1 juta.
Breakdown modal :
– pengadaan product : 500rb
– infrastruktur          : 200rb
– operasional            : 200rb
– dana cadangan     : 100rb (untuk hal-hal yg tdk terduga)

Asumsi rata2 revenue per-bulan : 1 juta.
Breakdown revenue : (anggaplah blom kena pajak ya)
– dana pokok        : 400rb
– operasional       : 200rb
– laba                      : 400rb

Dana pokok = harga dasar dari produk yg dijual.
Dana pokok ini harus kita putar lagi untuk pengadaan produk lagi agar ketersediaan stok produk kita tetap terjaga.
Kalau ada hal-hal yg tdk diinginkan, seperti kenaikan harga pengadaan stok, atau perlunya menambah stok karena permintaan yagn meningkat, bisa kita ambil dari dana cadangan atau pengurangan laba untuk dialokasikan/ditambahkan ke dana pokok.

Operasional = ongkos2 yang keluar selama operasional yg bersifat rutin, seperti biaya listrik, telepon, karyawan (jika ada), dll.
Dana operasional harus diambil dari revenue usaha kita. Sebisa mungkin jangan ambil dari dana kita pribadi diluar yg sudah dialokasikan diawal. Agar jelas berapa keuntungan yang didapat (jika untung), dan berapa kerugiannya (jika rugi).
Hal ini penting sekali, untuk melihat kinerja usaha kita kedepannya.

Laba/profit = keuntungan yang didapat, setelah seluruh beban usaha dilunasi.
Memang untuk tahap awal berdirinya usaha kita tidak selalu mendapatkan keuntungan. Bisa jadi malah minus alias rugi. Namun hal tersebut merupakan hal yang wajar terjadi dalam dunia usaha.

Data-data tersebut diatas perlu kita catat secara berkesinambungan, agar kita tahun kapan usaha kita akan BEP (Break Even Point) atau balik modal.
Selain itu juga bisa mengetahui apakah usaha kita prospektif untuk dilanjutkan atau tidak kedepannya. Ukuran standar kelayakan usaha biasanya 3 tahun. Namun tergantung juga dari segi usahanya sendiri.

Jika laba yang didapat makin lama makin naik secara rata-rata, insyaallah usaha tersebut layak diteruskan. Namun jika rata-rata turun, sepertinya kita perlu putar strategi lain, atau mungkin buka usaha bidang lain saja.

Intinya disiplin mencatat segala pemasukan dan pengeluaran.
Disiplin dalam menjalankan usaha / komitmen yg sudah diambil.
Disiplin dalam mengalokasikan dana yang ada (perputaran dananya).
Disiplin melakukan evaluasi berkesinambungan.

Oiya, perlu juga untuk dipisahkan antara rekening pribadi dengan rekening usaha.
Hal ini akan mempermudah kita dalam mengelola keuangan usaha.
Selebihnya, dengan keseriusan berusaha dan berdoa, semoga usaha yang dijalankan bisa berhasil sesuai yang diharapkan :)

pic source : http://www.2-small-business.com/blog/images/equity_capital_for_small_business.jpg

About these ads

6 thoughts on “Mengelola Usaha

  1. Salam kenal dari komunitas keluarga miskin. Semoga berkenan berkunjung ke blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa daepan yang lebih baik dan harmonis.
    Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s