lagi, nasihat dan teguran itu datang
Ditulis oleh Zakiatul Hidayati di/pada 1 Maret 2008
written by : wishbeukhti
hari jum’at kemarin, 29 feb 2008, menjadi hari yang membuatku tercenung kembali. wafatnya seorang public figure dan juga seorang pendakwah, haji bangun sugito, atau gito rollies, yang aku ketahui melalui detik.com.
yang penting untuk dicermati adalah perjalanan hidup beliau yang menurut saya patut untuk direnungkan, dan diambil hikmah pelajarannya, agar kedepan kita tidak perlu melakukan kesalahan yang sama dengan yang beliau pernah lakukan dimasa jahiliyahnya, dan kita tiru hijrah dan taubat nasuhahnya beliau, dari masa jahiliyah ke masa mulia, insyaAlloh.
saya tidak akan membahas mengenai jalan hidup atau perjalanan karir haji bangun sugito, namun yang saya angkat disini adalah : kematian sebagai salah satu nasihat bagi yang masih hidup, untuk kembali mengingat, bahwa kehidupan bukan hanya di dunia semata, dan mengingatkan kita akan bekal yang akan kita bawa ketika kembali kepadaNya nanti. sudah cukupkah bekal amal kita? bekal amal saya? saya merasa bekal saya untuk saat itu sangat sangat sedikit sekali…
kematian… menuruti saya memang nasihat paling mengena. jujur, saat ini saya takut bertemu dengannya… karena saya merasa belum punya bekal.. saya bukan siapa-siapa… dan… kalau mau jujur, berdasarkan hitungan matematis kita sebagai manusia, mungkin kecenderungan saya untuk masuk ke neraka lebih besar daripada masuk ke syurga Alloh SWT.
hanya dengan rahmat Alloh SWT sajalah, kita bisa sampai, dan masuk ke syurganya, amin ya robbal alamin, insyaAlloh
ya Alloh, ampuni hamba, semoga hamba dapat mengambil segala yang dapat menjadi pelajaran untuk perbaikan, bagi kebahagiaan dunia dan akhirat hamba. mudahkanlah bagi kami semua untuk dapat menerima kebenaranMu, dan berikanlah kami kekuatan untuk melaksanakannya. amin ya Alloh amin.
teringat beberapa tahun yang lalu, beberapa peristiwa wafatnya teman, menjadi salah satu titik balik kehidupan saya. berikut peristiwa yang mungkin bisa saya share disini, dari diary saya, semoga dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya, terutama bagi saya. amin ya robbal alamin.
—
catatan diary, tgl 24 juni 2006 :
Ada benarnya pepatah sindiran yang pernah aku dengar… bahwa nasihat itu kadang kita dengarkan melalui telinga kanan dan keluar dari telinga kiri. Yang artinya kurang lebih nasihat yang kita dengar itu mampir hanya sebentar di otak dan hati kita, dan untuk selanjutnya.. kita terlupa dengan nasihat itu, karena terlena.
Astaghfirullah hal adziim. Semoga Alloh mengampuni kita semua, semoga kita semua menjadi hamba yang belajar yang dapat mengambil hikmah dari semua kejadian, semoga Alloh memudahkan, amin ya robbal alamin.
Nasihat-nasihat dari berbagai sumber yang pernah masuk ke telinga ini, sebenarnya banyak sekali, dan itu pun bukan sekali dua kali aku mendengarkannya. Bahkan sejak kecil pun mungkin sudah terbiasa dengan nasihat-nasihat tersebut. Atau saking seringnya, mungkin sebagian orang mengatakannya sebagai ‘nasihat klasik’.
Sebenarnya kalau mau jujur, aku kira semua orang di dunia ini, yang sedang hidup ini, pasti sadar… bahwa suatu saat nanti kita pasti mati…. pasti mati. Ijin hidup kita akan berakhir.
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan” (Al-Ankabut, 57).
Secara logika, kita sebenarnya sudah bisa memperkirakan, berdasarkan informasi kebanyakan yang berlaku, yaitu bahwa kemungkinan besar yang umum terjadi, yaitu kita akan mati, kalau kita sudah tua.
Mungkin itu lah yang menjadi dasar bagi sebagian besar kita, ketika usianya masih muda, merasa waktu yang dimiliki masih panjang…. ah… kematian masih jauh ….
Iya, dulu aku termasuk salah satu dari golongan itu.. (atau jangan-jangan sekarang masih tetap begitu ya ??? Semoga Alloh memberi hidayah)
Dari kecil sampai saat ini, ada 2 peristiwa yang cukup membuatku terkejut. Dan semoga aku dapat mengambil hikmahnya (amin ya robbal alamin…. semoga tidak menjadi hamba yang bebal… yang diberi teguran.. namun terus saja melakukannya…semoga Alloh menguatkan iman kita semua, amin ya robbal alamin).
Peristiwa pertama, terjadi beberapa tahun yang lalu, yang menjadi tonggak baru hidupku, insyaAlloh, alhamdulillah.
Aku insyaAlloh masih ingat dengan kejadin itu. Waktu itu hari Jum’at sore, sekitar pukul 16.00an , tgl 23 Maret 2001. Aku ngobrol lewat telepon dengan salah seorang rekan satu divisiku yang ditempatkan di Jatiluhur, Purwakarta, Pak BEP.
Beliau menanyakan, apakah temen-temen di divisi ada yang mau nitip sesuatu dari Jatiluhur? soalnya besok sabtunya beliau akan ke jakarta bersama istrinya.
Hari sabtu, 24 Maret 2001, pukul 10.00 siang, ada telp dari kantor bahwa mobil yang dikendarai Pak BEP dan istrinya kecelakaan di tol cikampek, dan Pak BEP meninggal di tempat, sedangkan istrinya masih hidup, namun dalam keadaan koma. Dan istrinya meninggal sekitar 1 mingguan setelah peristiwa itu.
Itu kejadian pertama dalam hidupku, dimana orang itu baru saja berinteraksi denganku kemaren sore, meskipun by telp. Kemaren beliau baik-baik saja, dan beberapa hari sebelumnya aku tugas ke Jatiluhur dan masih bertemu dengan beliau, beliau sehat-sehat saja, dan sekarang… beliau sudah meninggal???
Rasanya tidak percaya.
Mendengar ada orang meninggal sih cukup sering…
Tapi kali ini berbeda….
Kali ini aku berinteraksi dengan mereka, baru saja,
Baru beberapa jam yang lalu sebelum Alloh memanggil mereka.
Namun sekarang mereka sudah tiada.. sungguh rasanya sulit dipercaya.
Baru kali ini kualami hal begini.
Namun justru karena peristiwa itulah… aku mulai berpikir tentang diriku sendiri.
Bagaimana kalau aku yang dalam posisi sebagai Pak BEP?
Kalau misalnya Alloh memanggilku saat itu… bagaimana dengan bekalku? Kok sepertinya aku merasa bakal ditempatkan di neraka.. habis amalku apa coba?
sepertinya amalku terlalu biasa saja
belum lagi masalah niatnya.. yang mungkin ada yang tidak ikhlas karena Alloh
Rasanya seperti terbayang semua dosa yang pernah aku lakukan, dan yang mungkin akan aku tanggung, kalau aku tidak merubah sesuatu.
Kok rasanya dosanya banyak banget ya?
Dulu nggak senyadar ini kalau dosaku banyak banget
Aku ketakutan, ya Alloh hamba belum siap mati.
Beri hamba kesempatan untuk memperbaiki diri ya Alloh. Amin ya robbal alamin.
Terbersit dalam pikiranku untuk mengurangi dosaku, dengan menutup aurat.
Rasanya aku belum bisa berubah drastis secara amal ibadah, tapi setidaknya dosaku tidak bertambah banyak.
Aku ingin berkerudung, aku ingin berjilbab. Aku ingin bertaubat.
Sambil berusaha memperbaiki ibadahku pelan-pelan.
Jadi teringat, waktu itu seharian itu aku tidak punya waktu untuk membeli kerudung… waktu itu aku masih kuliah, dari hari senin sampai sabtu, dan sabtu hari itu pun ada jadwal kuliah yang harus aku ikuti. Namun aku teringat kalau aku punya 1 kerudung kecil… itu pun punya ibuku yang sengaja aku bawa ke jakarta untuk mengingat ibuku.. sebagai obat kangen… karena orangtuaku tinggal di kota yang terpisah jauh dariku, dan aku biasanya akan memakai kerudung kecil itu.. meskipun hanya di kamar saja.
Sore harinya, setelah sampai di kosan sepulang kuliah, aku menimang kerudung kecil itu. Aku berpikir masak-masak… apakah aku benar-benar yakin mau berjilbab?
Akhirnya keputusan itu datang juga. Sore itu juga ketika mau mengambil buku ke tempat kos teman kuliahku, yang kebetulan kosannya masih tetanggaan denganku, aku sudah menggunakan kerudung kecil itu. Dan tentu saja.. temanku heran. Zakia pakai jilbab?
Tidak terpikir dengan baju. Kaos lengan panjangku waktu itu cuma 2 buah, kaos-kaos oblong lengan pendek? Jangan ditanya… aku punya banyak, justru itu dulu busana favoritku.
Celana panjang 3 buah, celana pendek sedengkul? Banyak.
Rok panjang? Rok panjangku cuman ada 2 juga, itu pun belahannya rada tinggi, gak cocok dipakai dengan kerudung. Kalau rok pendek sedengkul, aku punya.
Kalau baju kerja, memang sebagian besar lengan panjang, tapi jumlahnya cuman beberapa, sebagian besar bajuku malah baju main/casual.
Hari minggu, 25 Maret 2001, aku diantar teman baikku ke pasar tanah abang, untuk membeli kerudung untuk dipakai kerja, itu pun cuma beli sekitar 3 buah kerudung saja.
Pas hari seninnya, pas nyampe di kantor, teman sekerjaku pada kaget…. 
Syukur alhamdulillah, keesokan harinya, aku dapat hadiah kerudung sekitar 5 buah, dari teman-temanku. Terima kasih ya Mbak Yanti & Bu Berlia, yang sudah memberi hadiah kerudung cantik padaku dan buku tentang muslimah, serta nasihat-nasihat yang insyaAlloh sangat bermanfaat
jazakalloh bil khoir khairon katsiron.
Peristiwa yang kedua, baru seminggu yang lalu, seperti mengingatkanku kembali tentang hidup, setelah mungkin sekian lama aku tanpa sadar terlena.
Rabu malam, 22 Juni 2006, pukul 00:08 wib, aku terbangun oleh bunyi sebuah sms.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, telah meninggal dunia, rekan kita Bpk Lafriansyah, pada hari ini, pukul 23.15 wib, karena serangan jantung … ”
Aku tersentak kaget… innalillahi wa inna ilaihi rojiun… Pak Laf meninggal???
Ah… yang bener??? Kubaca lagi sms itu… mungkin aku salah baca.. karena baru bangun tidur… ternyata… tulisan yang tertera memang demikian adanya.
Aku tertegun. Pak Laf?
Baru tadi pagi aku ngobrol dan bercanda dengan beliau, sambil menunggu lift untuk naik ke lantai dimana aku bekerja. Di dalam lift pun kami masih melanjutkan obrolan kami. Beliau nampak segar, wajahnya cerah, dan lebih banyak tersenyum dari biasanya. Sepertinya beliau sedang gembira, atau sedang fit. Ya.. pokoknya itulah kesan yang aku tangkap pagi itu.
Ting…. lift berhenti di lantai 17, dan beliau pun mengucap salam, lalu keluar dari lift.
Rasanya tidak percaya, Pak Laf yang tadi pagi masih sehat, ceria, dan mengobrol denganku…. meninggal dunia???
Ya Alloh… pagi itu pasti Pak Laf tidak tahu kalau malam nanti beliau akan dipanggil Alloh.
Kalau lah beliau sudah tahu… mungkin beliau tidak akan secerah itu tadi pagi…
Normalnya manusia… kalo seseorang itu akan tahu beberapa jam lagi ia akan meninggal… pasti ia akan ketakutan… apakah bekal akhiratnya sudah cukup banyak? Atau justru dosanya yang lebih banyak?
Ya Alloh, aku juga tidak tahu kapan aku akan Engkau panggil ya Alloh…
Aku takut kalau disaat imanku lagi turun.. tiba-tiba Alloh memanggilku…
Ketika dosaku lebih banyak dari amalku… tiba-tiba Alloh memanggilku…
Ya Alloh, semoga kami semua menghadapMu dengan khusnul khotimah, amin ya robbal alamin.
Beri kami kesempatan untuk memperbaiki diri dan amal kami ya Alloh.
Ampuni kami ya Alloh, ternyata begitu mudah kami melupakanMu. Astaghfirullah hal adzim.
“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui” (Ar-Rum, 64).
Memang benar.. hidayah itu harus dicari.. bukan ditunggu.
Karena dapat hidayah atau tidak, itu mutlak keputusan Alloh, dengan caraNya.
Dan kita akan mempertanggungjawabkan hidup kita nanti di depan Alloh, kepada Pemberi hidup.
Sayup lagu yang didendangkan opick terdengar dari speaker laptopku…
Bagaimanakah bila saatnya
Waktu terhenti
Tak kau sadari
Masihkah ada
Jalan bagimu
Untuk kembali
Mengulangkan masa lalu
Bila waktu tlah terhenti
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu tlah terhenti
Teman sejati tinggalah sepi
Ya Alloh, terimalah segala amal ibadah mereka yang telah mendahului kami, ampunilah dosa-dosanya. Tabahkan & sabarkan keluarga yang ditinggalkannya.
Semoga kami menjadi hambaMu yang belajar.
Amin ya robbal alamin.
*Kesalehan seseorang hanya Alloh yang tahu.
Penampilan bisa menipu, bisa dibuat.
Apabila ada kesalahan yang pernah aku perbuat, mohon dimaafkan ya.
Kalau ada hutang yang belum terselesaikan, mohon ditagih sekarang, jangan nanti di hari akhir ya. Jazakalloh
sepertinya remeh ya? tapi hutang yg tak terbayar itu akan diminta pertanggung jawabannya nanti di akhirat
Dengan menulis ini, bukan berarti aku merupakan orang sholeh, bukan-bukan, jauh… jauh… jauh sekali.
Tapi insyaAlloh berkeinginan dan bercita-cita menjadi orang yang sholeh, amin.
InsyaAlloh semua muslim pasti begitu kan? 
Masih banyak sekali hal yang harus dipelajari… ilmu agamanya masih cetek
mari bersama-sama terus belajar, saling tolong menolong dan ingat mengingatkan, insyaAlloh, amin ya robbal alamin





oRiDo berkata
klo berbicara dan mendengar berita kematian memang bener2 bikin hati terenyuh..
yups.. benar.. semua itu merupakan teguran bagi kita semua..
semoga kita termasuk dalam golongan yang meninggal dalam husnul khatimah…
http://orido.wordpress.com/2007/07/31/doa-dijadikan-husnul-khatimah/
amin..
amin….
bangzenk berkata
betul apa kata Rasulullah SAW. nasihat paling jitu itu berupa kematian..
smoga kita tersadarkan sebelum mengalami kematian itu sendiri.
wishbeukhti berkata
benar.. semoga kita termasuk orang yg bisa mengambil pelajaran dari nasihat tersebut…
amin ya robbal alamin…
hmcahyo berkata
iya.. saya kemarin saya takziah kakak ipar… wah jadi ingat mati.. bener-bener dzikrul maut.. kalau berminat baca ini saya tuliskan pengalamannya
http://hmcahyo.wordpress.com/2008/03/14/hadiah-ultah-istimewa-sebuah-ketegaran/
Faizi berkata
Kita akan jalani 8 Alam yang pertama alam Ruh yang kedua alam kandunagn ke tiga alam Dunia ke empat alam kubur kelima alam kebangkitan alam mashar keenam mizan atau timbangan ketujuh alam sirot dan kedelapan alam surga atau neraka yang abadi selama lamanya .. nah sekarang kita yg hidup baru sampai 3 alam aja, bagai mana persiapan menuju alam lain?
dongkol berkata
pantat sama kalian semua capek kali aku bacanya
wishbeukhti berkata
@ faizi
semoga kita berhasil melewati alam saat ini dengan hasil terbaik, amin yaa robbal alaminn
@ dongkol
silakan membaca yang ingin dibaca saja
yang tidak ingin dibaca, ya jangan dibaca…
mudah toh?