mengajar (sharing)
Ditulis oleh Zakiatul Hidayati di/pada 18 Januari 2008
written by : wishbeukhti
mengajar… profesi ini selalu saja membuatku bersemangat…
mengapa? ya karena profesi ini tidak ada matinya… alias tidak ada kata pensiun
mengajar apa?
apa saja yang bisa disharing dengan orang lain, yang kira-kira bisa bermanfaat… ada buanyak bangeet…
selain itu, mengajar merupakan salah satu bentuk kewajiban yang terkena pada orang-orang yang berilmu, sebagaimana dijelaskan pada Al Qur’an, yaitu :
“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (QS. Al-Jumu’ah [62]: 5).
orang yang berilmu, tapi tidak diamalkan, maka seperti keledai (orang bodoh) yang hanya membawa-bawa kitab berisi ilmu.
dan ucapan sahabat Rosul :
Abu-Darda` Radhiyallahu Anhu berkata, “Celaka bagi orang yang tidak berilmu (sekali), dan kecelakaan bagi orang yang berilmu namun tidak beramal (tujuh kali). “
siapa orang yang berilmu?
ya orang yang tahu sesuatu, baik banyak maupun tahu sedikit. bukankah ada hadist Rosul yang mengatakan bahwa “sampaikanlah walaupun 1 ayat”. berarti selain diamalkan untuk dirinya sendiri, ada kewajiban untuk oranglain disana.
semakin banyak ilmu yang dimiliki dan diketahuinya, ternyata semakin banyak pula tanggungjawab atau kewajiban untuk mengamalkannya.
namun dengan ini bukan berarti akan lebih enak menjadi orang yang tidak berilmu, karena tidak dimintai pertanggungjawaban… bukan, … justru orang yang tidak berilmu, menurut saya, akan lebih berat lagi tanggungjawabnya, karena dia sudah diberi Alloh SWT umur, namun tidak dimanfaatkannya dengan baik. bagaimana dia beramal kalau tidak tahu ilmunya?
ok, back to mengajar… 
mengajar menurut saya, merupakan “salah satu” bentuk pengamalan dari ilmu yang dimiliki seseorang.
sharing “ilmu” di blog, menurut saya juga salah satu bentuk dari pengamalan, berupa menyampaikan informasi positif kepada orang lain
(afwan kalo kurang tepat yach).
selain membawa manfaat akhirat, berupa pahala, namun juga membawa manfaat bagi kehidupan dunia, karena ilmu “seharusnya” membawa orang yang memilikinya kearah pencerahan, bukan kearah kegelapan (jika kearah kegelapan, atau bikin semakin bodoh, bukan ilmu itu namanya
).
ngomong-ngomong soal mengajar, sejak tahun 1999 s/d 2003 lalu, saya menjadi pengajar di kantor tempat saya bekerja, dengan mengajarkan beberapa materi terkait komputer, yaitu microsoft office, dan pemrograman asp (waktu itu belum booming teknologi .net kayak sekarang, tahun 2003.. ya awal awal .net lah), dan salah satunya saya pernah mendapat sertifikat pengajar yang diakui perusahaan, yang ditandatangani oleh salah satu direksi waktu itu.
selain itu saya dulu juga pernah mengajar bahasa inggris, matematika dan mengaji untuk anak-anak sd di daerah tanah abang. khusus untuk kegiatan yang ini, saya mengajarnya hanya pada hari minggu, jam 9 s/d 12 siang saja.
sejak tahun 2004 s/d sekarang, saya sudah tidak pernah mengajar lagi, karena selain saya punya kesibukan lain, yaitu tahun 2004 saya sibuk mengerjakan skripsi, dan tahun 2005 sampai sekarang saya melanjutkan sekolah (saat ini sedang dalam proses menyelesaikan tesis, mohon bantuan doanya.. biar selesai dengan baik ya
, jazakalloh), dan sejak tahun 2004 juga saya sudah tidak lagi menghandle pembuatan/pengembangan web aplication.
namun, dengan pengalaman yang tidak terlalu banyak ini, menurut saya bisa menjadi pondasi bagi saya untuk lebih mengasah kemampuan saya dalam hal mengajar.
semoga setelah lulus sekolah nanti, saya bisa terjun lagi untuk menjadi pengajar, untuk sharing apa yang saya tahu.
mengajar tidak harus secara formal di suatu institusi, tapi juga untuk yang non formal, yang lebih bersifat bantuan mengajar. namun dengan periode waktu yang tidak mengganggu kehidupan rumah tangga dan pekerjaan saya
amin yaa robbal alamin, semoga Alloh meridhoinya.





Septo Ghosalcon berkata
Bismillah..
Assalammu`alaikum Wr.Wb.
Slm Ta`aruf ya mbak Zaki..
Afwan mbak..Saya mau koreksi sedikit..
Mungkin yang dimaksud mbak Zaki bukan mengajar tapi mendidik ya mbak?Soalnya setahu saya mendidik dengan mengajar itu beda mbak..Kalau mendidik itu menyampaikan ilmu beserta cara mengamalkannya.Sedangkan mengajar cenderung hanya untuk menyampaikan ilmunya saja(hanya pada aspek intelektual saja tanpa menyentuh aspek psikologis,moral,akhlak,dll)(Afwan jiddan ya kalau koreksinya salah.. ;>).
Jadi mendidik lebih sulit dibandingkan daripada mengajar.Ya kan mbak?
O ya,trus kalau menurut mbak Zaki,antara ilmu dengan amal itu duluan mana sih?Ilmu dulu baru amal atau amal dulu baru ilmu?
Terima kasih atas perhatiannya.
Sukses buat mbak Zaki..
Wassalammu`alaikum Wr.Wb.
wishbeukhti berkata
wa’alaykumsalam wr wb
salam taaruf ya juga Pak Septo
insyaAlloh yang saya maksud adalah mengajar Pak.
disini, poin saya adalah :
setiap orang yang berilmu, punya kewajiban untuk mengamalkannya, yaitu pengamalan ilmunya kepada dirinya sendiri (bermanfaat bagi diri sendiri), dan menyampaikan ilmunya kepada orang lain (bermanfaat bagi orang lain).
sedangkan apakah oranglain itu mengamalkannya atau tidak, itu sudah menjadi tanggungjawab orang itu sendiri, dan hal itu diluar kontrol kita sebagai pribadi
terima kasih atas commentnya ya Pak, mohon maaf kalo ada kalimat yg membingungkan atau salah
sukses juga buat Bapak ya…
achmatim berkata
mengajar (guru, dosen, ustadz,…) memang merupakan profesi yg mulia. mengajar merupakan salah satu cita2 saya waktu kecil, dan sekarang alhmdlh kesampean.
zakiatul hidayati berkata
wah, senang sekali rasanya kalau cita-cita dari kecil, saat ini sudah tercapai ya
betul pak, makanya saya juga ingin menjadi pengajar